KASUS
An.T 1 tahun dirawat di Ruang anak
RS Gombong dengan diagnosa medik Bronkopneumonia.Hari ini adalah hari pertama
perawatan.Ibu klien mengatakan klien batuk berdahak sejak ± 1 bulan yang lalu
kadang disertai sesak nafas,anak panas sejak 2 hari yang lalu.Dari pemeriksaan
fisik didapatkan data: pasien tampak pucat,lemah,BB:8 kg,TB:50cm,auskultasi
paru:ronkhi dan terdapat secret di lobus medial deksta dan sinistra,terdapat
otot bantu pernapasan .TD:tidak diukur,N:90x/menit,S:38,5⁰C,RR:35x/menit.Dari riwayat sebelunya An.T sering batuk pilek di usia 1
tahun sudah 5x batuk pilek,panas.
BAB I
BAB I
TINJAUAN PUSTAKA
I. KONSEP DASAR
Ø DEFINISI
Bronkho pneumonia adalah salah satu
peradangan paru yang terjadi pada jaringan paru atau alveoli yang biasanya
didahului oleh infeksi traktus respiratus bagian atas selama beberapa hari.
Yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus,
jamur dan benda asing lainnya.
(Dep. Kes. 1993 : Halaman 106).
Ø ETIOLOGI
Bronkho pneumonia merupakan salah satu dari penyakit
infeksi saluran pernafasan yang paling sering membutuhkan rawat inap dan
morbiditas yang masih cukup tinggi, dimana manifestasi penyakit ini amat
bervariasi, mulai dari batuk-batuk, pilek yang disertai panas sampai yang berat
dengan sesak nafas yang hebat. Dan biasanya penyebabnya adalah :
a.
Bakteri
b.
Virus
c.
Jamur
d.
Benda asing
Dengan sebab diatas bahkan akan menimbulkan kematian
(Dep. Kes. 1993 : Halaman 106).
Ø PATOFISIOLOGI
Kuman penyebab Bronkho pneumonia
masuk kedalam jaringan paru-paru melalui saluran pernapasan atas Bronchiolus
kemudian kuman masuk kedalam alveolus lainya melalui poros khon sehingga
terjadi peradangan pada dinding Broncus dan alveolus sekitarnya. Kemudian
peroses radang dimulai dari hilus paru yang menyebar secara progresif ke
perifer sampai ke seluruh lobus.
(Sylvia Anderson Pearce, 1995 : Halaman 231-232)
Ø GEJALA DAN TANDA
1.
Demam tinggi (380C –
390C)
2.
Batuk dan pilek
3.
Sesak napas
4.
Mata cowong
5.
Lemah dan malaise.
Ø PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.
Laboratorium
~
Ditemukan lekositosis (15.000 –
40.000/mm3). Normal lekosit 4.000 – 10.000/mm3.
~
Pembiakan sputum terdapat sel
polimononuklear (pmN) diplococcus gram positif berbentuk lancet.
2.
Radiologi
~
Terdapat bayangan kesuraman
yang homogen pada satu lobus/lebih dan terlihat konsolidasi pada satu
lobus/lebih , serta bercak infiltrat pada satu lobus/lebih.
Ø PENATALAKSANAAN
~
Memberikan O2 2
lt/menit
~
Memberikan cairan K. CL. (1-2
meg/kg BB/ 24 jam atau KCL 6 meg/500 ml
~
Melakukan pengenceran dahak
dengan menggunakan nebulezer
~
Berikan Antibiotik dan
Antiphiretik
BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
II. PENGKAJIAN
A. ANAMNESA
A.I
Identifikasi : meliputi nama
klien, umur, jenis kelamin, suku bangsa, pendidikan, alamat, tanggal MRS,
diagnosa medis.
A.II
Keluhan utama : suhu tubuh
meningkat (38 oC – 39 oC) ± 5 hr, di sertai batuk dan pilek, sesak bila bernafas.
A.III
Riwayat penyakit sekarang :
adanya demam tinggi (38 oC – 39 oC) secara mendadak,
batuk-batuk nafas dalam, sesak, cyanosis.
A.IV
Riwayat penyakit dahulu :
tanyakan tentang, apakah anak pernah menderita Bronckopneumonia ?
A.V
Riwayat penyakit keluarga :
pada kasus ini tidak ada riwayat keturunan hanya predis posisinya, apakah salah
satu anggota ada yang terkena penyakit infeksi saluran nafas ?
A.VI
Riwayat Kehamilan Dan
Persalinan :
·
Pre natal : keadaan gizi Ibu
sewaktu hamil, penyakit infeksi yang diderita bumil, psikologis bumil,
permasalahan kehamilan, penggunaan obat/jamu-jamuan.
·
Natal : keadaan klien saat
lahir, kelainan-kelainan yang didapatan, keadaan trauma saat melahirkan, BB,
dan TB klien.
·
Post natal : menyangkut keadaan
klien setelah lahir sampai usia 28 hari, kelainan yang didapatkan.
A.VII
Riwayat Tumbuh Kembang
·
Pertumbuhan meliputi berat
badan dan tinggi badan.
·
Perkembangan meliputi psiko
sosial, psiko sexual, motorik halus dan kasar.
(Erik Erekson, 1963)
·
Anak usia 9 bulan masuk pada
tahap percaya dan tidak percaya (0-1 th).
·
Bayi lahir kontak dengan dunia
luar sehingga mutlak tergantung pada orang tua.
·
Rasa aman dan rasa nyaman serta
percaya pada lingkungan merupakan kebutuhan bayi, dan perantara yang tepat antara
bayi dan lingkungan adalah ibu
(Scala Yaumil – Mimi)
|
Sosial
|
I
: mengenal dan menolak orang
asing
II
: berteriak untuk menarik
perhatian
III
: memperlihatkan kegembiraan
IV
: mempunyai satu kepercayaan
|
|
Motorik kasar
|
I
: berdiri dengan berpegangan
II
: berdiri dua detik (belajar
seimbang)
III
: berdiri sendiri
IV
: berjalan dengan baik
|
|
Motorik halus
|
I
: menggengam tangannya
II
: mampu menjepit dengan
jarinya
III
: mampu memegang sesuatu /
barang
IV
: mampu mengangkat barang
|
|
Bahasa
|
I
: menangis
II
: melambaikan tangannya
III
berteriak
IV
mampu berkomunikasi dengan
kata-kata
|
(Dr. Soetjiningsih DSAK, 1995)
Ø POLA FUNGSI KESEHATAN
Meliputi pola persepsi dan tata
laksanan hidup sehat, pola nutrisi, dan metabolisme, pola aktivitas dan
latihan, pola eliminasi, pola tidur dan istirahat, pola hubungan peran, pola
reproduksi dan sexual, pola penanggulangan stress, pola tata nilai dan
keyakinan
-
Adapun pola yang berhubungan
dengan penyakit Bronkho pneumonia adalah :
1.
Pola tata laksana hidup
Fasilitas rumah lengkap, lingkungan bersih, fentilasi
rumah yang cukup.
2.
Pola nutrisi dan metabolisme
Meliputi : berapa kali klien setiap hari minum susu,
botolnya ukuran, berat badan pasien.
3.
Pola eliminasi
Alvi : BAB encer, berapa jumlah, berapa kali dalam
sehari.
Urine : berapa jumlah urine dalam sehari, berapa kali
BAK dalam satu hari.
4.
Pola aktivitas
Klien tidak dapat beraktivitas seperti bermain dan
lain-lain.
Ø PEMERIKSAAN FISIK
Meliputi keadaan umum, sistem respirasi, sistem
kardiovasculer, sistem extremitas, sistem persyarafan, sistem eliminasi, sistem
pencernaan.
q
Sistem Respirasi
Didalam pemeriksaan fisik pada klien broncho pneumoni
terdapat pernafasan cuping hidung ,terdapat suara tambahan (Ronchi),dan
menggunakan bantuan otot pernafasan ,serta tipe pernafasan tachipneu(cepat dan
dangkal).
Ø ANALISA DATA
Semua data yang sudah terkumpul dikelompokkan dan
mengacu pada kebutuhan dasar manusia. (H. Lismidar, 1990. Hal : 60)
1.
Data pertama : meningkatnya frekuensi pernafasan, penggunaan
otot-otot bantu pernafasan, adanya suara nafas tambahan, pernafasan dengan
pergerakan cuping hidung.
Masalah : ketidak efektifan jalan nafas
Kemungkinan penyebab : penumpukan lendir dialveolus
2.
Data kedua : peningkatan suhu
tubuh lebih dari normal (38 oC – 39 oC) tachikardi, klien
nampak lemah
Masalah : peningkatan suhu tubuh
Kemungkinan penyebab : invasi dari micro organisme
3.
Data ketiga : klien malaise,
dispnea, gelisah, peningkatan frekuensi pernafasan, bedrest ditempat tidur
Masalah : aktivitas (keseluruhan / sebagaian
Kemungkinan penyebab : kelelahan
fisik sekunder terhadap peningkatan upaya pernafasan
Ø DIAGNOSA KEPERAWATAN
Merumuskan masalah merupakan suatu pernyataan jelas
tentang masalah kesehatan klien yang dapat diatasi dengan tindakan
keperawatan. (H. Lismidar,
1990. Hal : 60)
Dx yang muncul menurut “MERLENA MAYER” 1995 hal. 203 – 204
pada kasus Bronkho pneumonia adalah :
1.
Ketidak efektifan jalan nafas
berhubungan dengan lendir dalam alveoli.
2.
Peningkatan suhu tubuh
berhubungan dengan invasi dari micro organisme.
3.
Intoleransi aktivitas
berhubungan dengan kelelahan fisik skunder terhadap peningkatan upaya untuk
bernafas.
4.
Kecemasan berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan tentang perawatan anak.
Ø PERENCANAAN
Setelah data dikumpulkan, diidentifikasikan dan
ditemukan diagnosa keperawatannya maka berikutnya menentukan rencana
keperawatannya.
1.)
Tujuan : jalan nafas klien
menjadi efektif dan bisa nafas dengan nyaman.
|
K/H
|
:
|
· Frekuensi pernafasan normal (2-30x/mnt)
· Anak bernafas tanpa menggunakan otot bantu pernafasan
· Dapat bernafas dengan nyaman dan baik
|
Rencana :
a.
Jelaskan tindakan yang akan
dilakukan
R / : keluarga dapat memahami dan
mengerti akan tindakan yang akan dilakukan.
b.
Berikan posisi yang semi fowler
/ setengah duduk.
R / : akan meningkatkan dalam pengambilan O2.
c.
Berikan nebuluzer (uap hangat
370C) 15 menit.
R / : dapat menghangatkan dan melembabkan
mukosa pada jalan nafas.
d.
Berikan O2 sesuai
dengan kebutuhan.
R / : membantu memenuhi kebuthan jaringan didalam tubuh.
e.
Libatkan orang tua dalam
keperawatan / masalah kesehatan.
R / : akan menimbulkan sikap
kooperatif dan meningkatkan hubungan kasih sayang.
f.
Bebaskan jalan nafas dengan
tindakan saction.
R / :Untuk membantu dalam mengeluarka sekret.
g.
Observasi TTV.
R / : merupakan langkah-langkah untuk mengetahui
adanya perubahan dan langkah perawatan selanjutnya.
h.
Kolaborasi dengan tim medis
dokter dalam pengobatan (anti biotik) dan tim lab dalam pemeriksaan sputum.
R / : Dalam pemberian Antibiotik untuk membunuh kuman
dan pemeriksaan lab.untuk mengetahui kuman penyebab
i.
Observasi pola nafas dan
tanda-tanda keefektifan jalan nafas.
R / : mengetahui perkembangan pernapasan.
j.
Lakukan postural draniagel
R / : mengeluarkan sekret dengan
cara menepuk lokasi dada dan punggung
2.)
Tujuan : suhu tubuh klien
kembali normal
|
K/H
|
:
|
· Suhu tubuh normal (360C – 370C).
· Mukosa mulut lembab.
· Klien tidak menggigil.
· Palpasi kulit terasa hangat.
|
Rencana
a.
Jelaskan tindakan yang akan
dilakukan
R / : keluarga dapat memahami dan
mengerti akan tindakan yang akan dilakukan
b.
Lakukan pengompresan dingin
atau hangat pada daerah lipatan tubuh dan kepala bagian depan (dahi).
R / : perpindahan suhu tubuh panas secara konduksi
melalui kulit.
c.
Berikan cairan sesering
mungkin.
R / : berfungsi sebagai
thermoreguler dan menggnti cairan tubuh yang hilang melalui penguapan.
d.
Berikan pakaian tipis dan
menyerap.
R / : mempercepat proses
penyerapan dan penguapan sehingga suhu tubuh menjadi cepat dalam penurunannya.
e.
Observasi TTV dan suhu tubuh.
R / : merupakan langkah untuk mengetahui perkembangan
klien
f.
Kolaborasi dengan dokter dalam
pemberian antiphiretik.
R / : Untuk menurunkan suhu tubuh
g.
Evaluasi tentang dehidrasi.
R / : mengetahui perkembangan di dalam masalah dehidrasi
3.)
Tujuan : aktivitas anak
menunjukkan adanya peningkatan.
|
K/H
|
:
|
· Anak dapat bermain dengan kondisinya.
· Anak mampu berfantasi terhadap permainan.
|
Rencana
a.
Berikan atau siapkan mainan sesuai
umur dan kondisi klien.
R / : mengepresikan pikiran dan fantasinya.
b.
Libatkan orang tua dalam
bermain.
R / : mengembangkan kreatifitas.
c.
Tempatkan anak pada ruang yang
sebaya.
R / : dapat beradaptasi lebih efektif.
4.)
Tujuan : keluarga mampu
memahami cara atau tindakan perawatan
|
K/H
|
:
|
· Keluarga dapat menjelaskan dan mengerti tentang cara tindakan
keperawatan yang dilakukan pada anak.
|
Rencana :
a.
Jelaskan pada orang tua atau
keluarganya tentang semua tindakan yang diberikan dan tujuannya.
R / : keluarga mengerti maksud dan tujuan tindakan.
b.
Libatkan orang tua atau
keluarga dalam pelaksanaan tindakan keperawatan.
R / : keluarga dapat mengerti
tentang langkah-langkah dari tindakan keperawatan.
c.
Ajarkan pada keluarga tentang
tata laksana hidup sehat
R / : mengurangi serta menanggulangi sakit yang
diderita.
Ø PELAKSANAAN
Pada setiap dilakuakan asuhan keperawatan yang merupakan
realisasi dari rencana tindakan yang telah dilakukan dan telah ditentukan dan
pelaksanaan ini dapat sesuai dengan perencanaan atau dapat menyimpang dari
rencana semula. Hal ini tergantung pada kondisi dari klien. (H. Lismidar. 1990. Hal 60).
Ø EVALUASI
Merupakan langkah terakhir dalam proses keperawatan dan menerapkan kegiatan yang dilakukan dengan sengaja secara terus menerus dengan melibatkan klien, perawat, keluarga dan anggota tim lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI (1993)
“Asuhan Keperawatan Anak Kontek Keluarga” JKT.
H. Lismidar. Dkk. (1990). “Proses
Keperawatan” Universitas Indonesia. JKT.